Mengenal Jenis-Jenis Kaligrafi Arab Lengkap

Jenis-Jenis Kaligrafi Arab

Terkadang ada orang yang mempersoalkan, bahwa suatu tulisan kaligrafi itu tidak sesuai dengan apa yang dulu Nabi Saw contohkan.

Padahal, itu hanya persoalan kaligrafi saja. Tidak baku.

Barangkali, dia belum paham bahwa memang kaligrafi tulisan Arab itu memang ada banyak karakteristiknya. Bahkan jumlahnya hingga ratusan.

Kalau yang awal-awalnya itu, kaligrafi Arab itu berasal dari tulisan Nabati.

Kaligrafi Nabati itu dia karakternya kaku gitu. Kayak yang biasa kita lihat di barang-barang bersejarah gitu deh.

Kalau pas zamannya Islam turun, sudah ada sebagian sahabat yang mampu menulis tulisan kaligragi gitu. Dari kemampuan menulis, jadinya bisa menulis mushaf al-Qur'an. Selain itu, kemampuan menulis tersebut biasa digunakan pada kegiatan surat-menyuratnya Rasulullah Saw juga.

Meskipun memang dulu itu, tidak ada nama pada tulisan arab. Yang ada memberikan nama-nama itu adalah ilmuwan.

Misalnya, ada ilmuwan yang mengatakan tulisan-tulisan yang ditulis oleh masyarakat Makkah waktu itu namanya Khat Makki.

Kalau tulisan-tulisan yang ditulis di Makkah, disebut khat Madani.

Ilmuwan-ilmuwan menyebutkan keduanya adalah khat jazm. Walaupun memang kedua khat tersebut ada perbedaannya. Tapi tetap ada persamaan yang mencolok, yaitu karakternya sama-sama kaku dan kering.

Memang sih tulisan mereka tidak 100% seragam. Ada beda-beda pada ukuran huruf, tinggi huruf, dan sebagainya.

Nah, setelah ajaran Islam mulai sampai ke wilayah Iraq, dan Kuffa jadi ibu kota daulah Islam; maka tulisan kaligrafi Arab jadi semakin berkembang banyak bentuknya.

Kemudian tulisan tersebut disebut dengan istilah khat kufi. Istilah itu berkaitan dengan nama kota wilayah tersebut, yakni kota Kufah. Meskipun istilah khat kufi itu juga ditujukan pada tulisan-tulisan simpel dari masa-masa lampau sebelumnya. Jadi yang duluan ada khat kufi itu dulu, baru ada kota Kufah.

Nah, mushaf-mushaf pun dulu ditulis dengan gaya kufi ini. Sempat selama ratusan tahun juga pakai khat kufi ini.

Kemudian seiring berjalannya waktu, semakin berkembang gayanya, dan terdapat pula berbagai nama-nama baru. Ada yang diklasifikasi berdasarkan ukuran pena, ada yang berdasarkan tempat asalnya, dan sebagainya. Meskipun bisa jadi bentuknya mirip-mirip, bahkan ada agak susah dibedakan.

Kalau menurut Ibnu Nadim, ada 40 jenis kaligrafi dengan sebutan sendiri-sendiri.

Kalau menurut Muhammad Bin Sulaiman al-Rawandi, ada 70 jenis.

Kalau menurut tokoh lain, berpendapat ada 150 jenis.

Malah ada tokoh yang lain mengatakan, ada 120 jenis pada kaligrafi mode kufi doang.

Maka dari itu, para ulama mencoba membuat kelompok-kelompok kaligrafi. Mereka menganggap ada sebagian kaligrafi yang merupakan "arus utama", mereka menyebutnya "khat asasi". Ada juga yang hanya merupakan cabang saja, biasa disebut "khat furu'".

Nah, pada artikel ini kita akan coba bahas, setidaknya 6 jenis kaligrafi yang merupakan khat asasi. Meskipun ada perbedaan pendapat juga pada hal ini. Namun kita coba adopsi pendapat dari mayoritas.

Kalau kaligrafi furu', insyaAllah akan kita bahas di lain waktu.

1. Kaligrafi Naskhi

Kalau jenis ini, awalnya muncul sekitar tahun 300an hijriyah. Seiring dengan mulai banyaknya penulisan kitab-kitab, termasuk Al-Qur'an. Makanya disebut "naskhi", yang artinya adalah "naskah".

Ciri khas kaligrafi naskhi ini, jelas dibaca. Karena memang kan yang namanya untuk kepentingan membaca, jadi harus jelas. Lagipula biasanya ada syakal dan titiknya.

Kayaknya ini nih jenis yang nggak bagi Anda kan? Baik itu dalam bentuk cetak maupun digital. Yang biasa banyak dipakai di keseharian kita, hehehe.. Karena memang ini biasanya kaligrafi basic yang diajarkan pada materi pembelajaran kaligrafi.

Contoh kaligrafi naskhi, oleh Mukhtar Alim
Contoh kaligrafi naskhi, oleh Mukhtar Alim
Adapun yang menyempurnakan kaidah kaligrafi ini adalah al-Wazir Ibnu Muqlah.

2. Kaligrafi Kufi

Sebagaimana yang sudah kita bahas di atas, nama "kufi" diambil dari nama kota "Kufah" di Irak. Kaligrafi ini merupakan kaligrafi yang paling bagus saat masa Daulah Abasiyah, hingga masa daulah Fathimiyyah di Mesir.

Indikasi kufi yang asli, dia tidak ada syakalnya dan hiasan-hiasan.

Kemudian ada kufi yang sudah mulai berkembang, jadi lebih banyak ragam bentuknya. Hingga kemudian banyak pula digunakan dalam karya arsitektur seperti misalnya Masjid, Makam, dan Istana.

Secara garis besar, ada 3 jenis kufi:
  1. Kufi mushaf. Merupakan kkufi sederhana yang biasa digunakan untuk menulis mushaf Al-Qur'an.
  2. Kufi fatimi. Merupakan kufi yang sudah ditambah hiasan dan ornamen. Seperti misalnya ada tambahan bunga-bungan, daun-daun, dan lainnya.
  3. Kufi murabba'. Yang bentuknya kotak-kotak gitu.
lukisan kaligrafi kufi murabba' bismillahirrahmanirrahim
Contoh kufi murabba' pada hiasan dinding kaligrafi Islam

kufi fathimi
Contoh kufi fathimi

3. Kaligrafi Farisi 

Contoh kaligrafi farisi karya Ahmad Mazday
Contoh kaligrafi farisi pada hiasan dinding, karya Ahmad Mazday

Namanya "Farisi", karena awalnya mulanya ada di negeri Persia. Hingga akhirnya jadi populer di sana.

Kaligrafi "farisi" ini juga punya nama lain "ta'liq", juga "nastaliq".

Disebut "ta'liq", lantara gaya penulisannya mirip gaya penulisan catatan kaki yang biasanya agak miring kiri ke kanan dari atas ke bawah.

Disebut "nastaliq", lantaran dia juga biasa digunakan sebagai naskah. Mirip-mirip seperti kaligragi naskhi juga. Cuman kalau nastaliq ini fungsinya sebagai standar penulisan pada buku-buku pengetahuan. Malah sampai sekarang buku-buku pengetahuan dan website-website di daerah Persia masih menggunakan kaligrafi farisi/nastaliq ini. Makanya sebenarnya kaligrafi "nastaliq" itu gabungan dari kaligrafi "nasakhi" dan "ta'liq".

4. Kaligrafi Tsuluts

Kaligrafi tsuluts dibagi menjadi 2. Ada tsuluts 'aady dan tsulut jaliy.

Meskipun sebenarnya tsuluts 'aady dan tsuluts jaliy ini tidak banyak perbedaan.

Tsuluts 'aady ini disebut juga tsuluts biasa. Dia ditulis dengan menggunakan pena berukuran setidaknya 4 mm. Gaya penulisannya biasa saja, tidak dibuat ataupun ditambah dengan bentuk-bentuk yang rumit.

Kemudian, ada tsuluts jaliy. Dia ditulis dengan menggunakan pena berukuran 2 kali lipas tsuluts 'aady. Namun gaya penulisannya sering dikreasikan dalam bentuk-bentuk yang rumit. Seperti misalnya bentuk murakkab (bersusun-susun), model ma'kus atau mutanadzir (berpantulan), dan bentuk-bentuk binatang.

Contoh tsuluts aady karya Usman Ozcay
Contoh tsuluts aady karya Usman Ozcay

Contoh tsuluts jaliy karya Dawud Bektasy, dibentuk murakkab (bertumpuk-tumpuk)
Contoh tsuluts jaliy karya Dawud Bektasy, dibentuk murakkab (bertumpuk-tumpuk)


5. Kaligrafi Diwany

Awalnya penggunaan diwany ini tidak banyak, hanya digunakan pada hal-hal spesial saja, karena dia spesial. Letak keindahannya pada keluwesannya dan banyak menggunakan huruf-huruf yang memutar.

Contoh kaligrafi diwany biasa, karya Sayyid Ahmad
Contoh kaligrafi diwany biasa, karya Sayyid Ahmad

Jenis kaligrafi diwany ini mulai populer pada zamannya Muhammad Al-Fatih, era Daulah Khilafah Utsmani, di tahun 857 H.

Meski awalnya tidak terlalu banyak dipakai, awal-awal baru terbatas untuk penilisan diwan-diwan resmi (pembukuan dokumen) khilafah utsmani. Dari situ makanya jenis kaligrafi seperti itu disebut diwany.

Yang pertama kali meletakkan kaidah-kaidah kaligrafi diwany ini adalah Ibrahim Munif At-Turki. Lalu kaligrafi diwany ini mempunyai 3 aliran gaya; ada gaya Baghdad, gaya Mesir, dan gaya Turki.

Selain itu, kemudian ada juga model baru dari kaligrafi diwaniy ini, yakni diwaniy jaliy.

Contoh kaligrafi diwany jaliy, karya Jalal Amin Solih
Contoh kaligrafi diwany jaliy, karya Jalal Amin Solih

Sebenarnya banyak huruf-huruf diwany jaliy itu yang mirip diwany biasa, paling bedanya:

  • di hiasannya yang lebih 'ramai'.
  • Juga, diwany jali ada mahkota-mahkota pada bagian kepala hurufnya.
  • Terus, penulisan diwany jaliy menggunakan pena berukuran lebih besar.
  • Biasanya malah menggunakan 2 mata pena. Satu pena besar, satunya lagi pena kecil. Pena yang besar, untuk menulis tulisan hurufnya. Pena yang kecil, untuk menggambar hiasan-hiasannya.


6. Kaligrafi Riq'ah

Contoh kaligrafi riq'ah, karya Abdurrahman Yusuf Hamid
Contoh kaligrafi riq'ah, karya Abdurrahman Yusuf Hamid

Kaligrafi riq'ah, kadang juga disebut ruq'ah. Merupakan salah satu kaligrafi yang sangat cantik, namun cukup sederhana dan mudah dipelajari. Meskipun ia tidak terdapat harakat ataupun hiasan--hiasan. Makanya banyak para kaligrafer yang bisa membuat kaligrafi ini.

Kaligrafi riq'ah ini kaidahnya pertama kali diletakkan oleh Musytasyar Mumtaz Bik. Ia adalah seorang guru kaligrafi pada eranya Sultan Abdul Majid Khan di Kekhilafahan Utsmany, pada tahun 1280 H. Hingga kemudian lebih disempurnakan lagi oleh Muhammad Izzat At-Turky.

Refrensi Materi: Wikipedia & kaligrafi--islam.blogspot.co.id.
Featured Image: Pixabay.

0 Response to "Mengenal Jenis-Jenis Kaligrafi Arab Lengkap"

Posting Komentar